Kamis, 22 Desember 2011

MATA

mata itu mata yang pilu
mta yang menyentuh kudukku
mata yang penuh ratapan kebisuan yang hampa
mata yang penuh cinta yang tak terangkul
mata yang tetap melangkah dalam kesendirian
mata yang merajut kepiluan yang menyayat qalbu

kepada tangan berpeluh yang diujung kematian
kepada mata pengharapan yang meninggi di atas ubun
kepada seraut angan yang bersuka cita

peganglah diriku dengan mata yang redup
rasakanlah getaran melodi kepedihanku
rasakanlah alunan nada yang menguras peluhmu
rasakanlah pelangi yang terusik

pedih tanganmu membasuh debu
remuk sendimu meringis rindu
lirih nafsumu meraup pilu
gontai sukmamu menjelma qalbu

dunia tak kan selamanya menangis saudaraku
air telah turun dari atas sana, dan kita kan tetap dalam menengadah padanya.

By Aang Adyta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar