Kamis, 22 Desember 2011

Jendela KamarKu

Jendela kecil membuka jalan mataku.
cahaya rembulan tersesat mencari kekasihnya dibalik tirai kamarku.
Di sini ia menemukan kehampaan duniaku.
dan duniaku hendak bersembunyi di balik kepengapan malamku.
kamarku tetap tersenyum pada rembulan itu.
.
seketika di kamar ini ia menemukan masa laluku dibawah ranjangku.
dan aku terperongak kosong membasuh asaku akan dunia kecilku yang sunyi.
rembulan pun memeras air mata sendu karna terhalangi awan hitam yang membawa duka bagiku.
dan ayahku menatap kosong dalam kamar sesak ini lewat langit kamarku.
dan ibu pun terhenyak dalam kediaman yang membuai mesra telapak kakinya.
dan aku pun masih tetap terbaring di kasur yang goyah kan duniamu dan duniaku ini.

By Aang Adyta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar